Perkembangan Teknologi Kamera Smartphone Beserta Kualitasnya

Somtou.com – Perkembangan teknologi dalam bidang fotografi sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia dalam kehidupan masyarakat. Saat ini fotografi smartphone sangat populer apalagi bila semakin berkembangnya kualitas kamera dengan megapixel yang semakin tinggi yang menghasilkan gambar yang berkualitas.

Saat ini hampir semua orang memiliki smartphone. Tidak heran bila setiap melihat objek baik kegiatan manusia, alam, gambaran kehidupan pribadi atau seni dan budaya dan lainnya didokumentasikan dengan menggunakan smartphone.

Saat ini banyak orang yang bersaing menggunakan smartphone dengan kualitas kamera terbaik. Namun tahukah Anda bagaimana perkembangan teknologi kamera pada smartphone seperti apa. Maka dari itu sebagai pengetahuan, artikel ini akan menjelaskan perkembangan teknologi kamera dalam smartphone yang menghasilkan fotografi berkualitas.

Perkembangan Teknologi Kamera Handphone dan Smartphone

Tahun 1990-an

Pada tahun 1993 Daniel A. Henderson menemukan sistem agar foto dan video dapat dilihat di perangkat wireless seperti handphone. Pada tahun 1997 Phillipe Kahn sengaja mengirim foto anak pertamanya yang baru lahir.

Philllipe membeli kamera digital Casio QV-10 kemudian diotak-atik hingga hasil jepretan kameranya bisa diterima oleh keluarganya dari handphone. Sistem itu disebut dengan MMS (multimedia Message Service). Dengan adanya sistem itu Anda bisa berkirim pesan gambar, video atau suara melalui internet.

Tahun 2000

Pada tahun 2000 Phillipe Kahn mendirikan LightSurf Technologies yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim foto dari kamera dengan melalui email. Sharp bekerja sama dengan Philipe Kahn sehingga mengembangkan handphone yang memiliki kamera.

Saat itu Sharp memproduksi handphone pertama di bawah Perusahaan J-Phone. Handphone pertama yang dibuat adalah J-SH04 yang memiliki kamera 0,11 pixel dan hanya bisa menampung 20 foto saja. Handphone ini dijual di Jepang pada Tahun 2000.

Tahun 2002, Nokia 7650 mengeluarkan handphone yang memiliki kamera VGA atau 640×480 tanpa perekam video. Setelah Nokia 7650 muncul, berbagai handphone Nokia lainnya bermunculan dan terus berkembang. Mulai dari Nokia 3650, Nokia 6600, Nokia 7610 dan terakhir Nokia N series seperti N90, N95, N93 dan lainnya.

Di zaman itu handphone merek Nokia banyak digunakan oleh banyak orang. Apalagi ketika Nokia N series dilengkapi dengan lensa Carl Zeiss yang dianggap bisa menghasilkan foto bagus tanpa perlu diedit.

Tahun 2007, Apple mengeluarkan iPhone generasi pertama, di mana hanya dilengkapi dengan kamera berukuran 2.0 MP tanpa dilengkapi dengan perekam video. Ketika iPhone muncul, fotografi handphone mendapat perhatian khusus bukan hanya sekedar hiasan belaka. Di mana kamera HP yang bisa menghasilkan foto setara dengan kamera DSLR atau pocket.

Tahun 2010 hingga sekarang

Pada tahun 2010, Nokia mengeluarkan series N8 yang memiliki kamera sebesar 12MP dengan lensa Carl Zeiss. Tidak hanya kamera tetapi bisa merekam dengan resolusi HD. Pada tahun 2011 HTC mengeluarkan handphone yang memiliki kamera 3D dengan nama HTC EVO 3D. Namun saat itu orang-orang bingung apa itu 3D dan fungsinya. Sehingga respon pembeli kurang bagus maka teknologi ini tidak diteruskan.

Tahun 2016, Apple muncul dengan iPhone 7 plus, di mana handphone ini memiliki konsep dual kamera. Saat ini banyak handphone seperti Oppo, Xiaomi hingga Vivo yang mengeluarkan dual kamera dengan harga murah. Maka saat itu banyak orang bisa membeli handphone dual kamera dengan harga murah.

Era Smartphone

Saat itu, para vendor mulai fokus pada fitur perangkat lunak yang menawarkan nilai ekstra bagi orang yang tertarik dengan fotografi. Salah satunya dengan panorama, seiring berkembangnya zaman para pengembang merilis aplikasi kamera yang bisa diedit untuk meningkatkan hasil fotonya.

Lihat juga : Teknologi Nirkabel (Wireless): Pengertian, Jenis-jenis & Kelebihannya

Bagaimana Kinerja Kamera dalam Menghasilkan Gambar?

Setiap kamera dari berbagai merek handphone, memiliki tiga bagian dasar pada kamera, yaitu lensa, sensor dan perangkat lunak.

Lensa

Sebelum cahaya masuk ke sensor gambar, cahaya melewati lensa dahulu. Di mana harus melewati lubang kecil yang ada di badan ponsel. Ukuran lubang kecil itu disebut aperture yang memiliki tugas untuk menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera.

Semakin besar apertune maka semakin baik sebab kamera memiliki cahaya yang banyak untuk digunakan. Setelah cahaya masuk ke modul kamera, lensa bertugas mengumpulkan cahaya dan mengarahkannya ke sensor.

Sifat cahaya yang memiliki panjang gelombang cahaya berbeda dibiaskan atau dibengkokkan ketika sudut melewati lensa. Sebab itulah mengapa pada smartphone banyak elemen atau lensa plastik. Salah satu fungsi dari lensa yang telah diabstaksikan adalah fokus.

Meskipun handphone bisa mengontrol fokus kamera secara manual namun sebagian besar mengontrol melalui perangkat lunak menggunakan sensor, perangkat lunak tambahan atau kombinasi keduanya. Fokus otomatis berbasis perangkat lunak menggunakan data dari sensor gambar untuk menentukan apakah menyesuaikan lensa dan gambar dalam fokus untuk menyeimbanginya.

Sensor

Sensor adalah wafer tipis silikon yang bertugas hanya mengubah foton atau cahaya menjadi sinyal listrik atau elektron. Jika tidak ada foton yang mencapai tempat foto maka sensor mendaftarkan piksel sebagai hitam. Namun banyak foton mencapai tempat foto maka piksel tersebut berwarna putih.

Overlay di atas setiap photosite adalah filter warna yang hanya memungkinkan cahaya merah, biru, hijau yang melewatinya. Hal itulah yang menghasilkan gambar dengan berbagai kecerahan yang diubah menjadi gambar.

Perangkat lunak

Setelah sensor gambar sudah melakukan tugasnya dan mengubah cahaya yang diubah menjadi sinyal listrik. Kemudian ISP mengubah angka 1 dan 0 menjadi gambar yang layak. Pada dasarnya data yang dikirim ke ISP adalah hitam putih.

Namun karena tugas ISP merupakan mengembalikan data warna berdasarkan susunan matriks filter warna. Kemudian demosaicing, di mana ISP dimodifikasi warna piksel berdasarkan warna tetangganya. Setelah melakukan demosaicing, ISP menerapkan denoising dan sharpening. Namun setiap OEM memiliki algoritma dan saluran sendiri untuk menghasilkan gambar akhir.

Tips Agar Hasil Jepretan Smartphone Semakin Estetik

Pilih objek yang menarik

Pastinya Anda pernah melakukan jepretan di smartphone namun hasilnya kurang memuaskan, bisa jadi karena objek yang difoto kurang tepat. Anda harus peka terhadap suatu objek apakah bagus atau tidak. Tidak hanya dari segi visual namun dilihat apakah yang dijepret menghasilkan cerita atau makna.

Sesuaikan pencahayaan

Salah satu hal penting dalam mengambil foto adalah sesuaikan pencahayaan. Anda bisa mengaturnya secara manual maupun otomatis di smartphone Anda. Pastikan objek yang akan dijepret tidak blur. Hal itulah menjadi langkah dasar agar foto yang dihasilkan jernih.

Tips seperti ini jarang dilakukan oleh banyak orang ketika jepret foto sebab kebanyakan mengedit dibandingkan mengatur pencahayaan saat memotret.

Pintar memilih angle gambar

Pemilihan angle berpengaruh pada hasil gambar. Maka Anda harus kreatif dalam pemilihan angle, setiap angle yang berbeda memberikan cerita yang berbeda juga pada hasil foto. Saat ini yang masih menjadi tren dalam pengambilan gambar adalah perspective photography.

Dengan teknik ini memungkinkan menghasilkan gambar yang unik. Misalnya ketika wisatawan yang bersandar pada gedung yang tinggi. Hasilnya lebih keren.

Modus HDR (High Dynamic Range)

Gunakan modus high dynamic range ada di dalam smartphone. Modus HDR digunakan ketika Anda mencoba mengambil gambar pada are yang gelap dan terang dalam satu bingkai. Dengan adanya modus ini membantu menyeimbangkan keluarnya pencahayaan digambar.

Quick launch

Ketika Anda ingin memotret namun objek yang akan dipotret belum siap lumayan ribet. Ditambah dengan adanya kunci smartphone secara otomatis. Namun saat ini beberapa smartphone menyediakan beberapa cara mengatasi kelemahan tersebut sehingga Anda bisa mengambil gambar saat diperlukan dengan segera.

Tombol kamera

Gunakan tombol khusus kamera atau tombol volume pada smartphone untuk mengambil gambar dengan modus landscape. Dengan menekan tombol khusus membuat Anda mengambil gambar secara stabil dibandingkan Anda menyentuh tombol pada layar. Bila smartphone Anda tidak memiliki tombol khusus Anda bisa periksa setting untuk melihat apakah Anda bisa memanfaatkan tombol volume atau tidak.

Gunakan tripod saat memotret

Gunakan tripod saat Anda memotret dengan smartphone. Tujuan menggunakan tripod agar gambar yang diinginkan terwujud dengan posisi yang benar. Bagi Anda yang sering mengalami kesulitan bila mengambil gambar statis. Anda bisa mendapatkan tripod di berbagai toko online dengan berbagai harga.

Menerapkan komposisi Rule Of Third

Menggunakan komposisi rule of third adalah konsep di mana pemotret menempatkan objek foto di garis grid yang saling bersinggungan. Dengan komposisi ini membantu mengarahkan pandangan orang lain ke arah objek yang ingin Anda fokuskan. Dengan begitu penikmat karya Anda mudah memahami makna dari hasil foto.

Optimalkan setiap mode exposure

Setiap jenis smartphone memiliki kelebihan yang dibekali dengan berbagai mode exposure untuk setiap kebutuhan. Dari memotret benda cepat, potrait, hingga memotret malam hari. Dengan banyaknya exposure dari setiap smartphone sangat membantu Anda lebih mudah memotret secara optimal.

Menambah lensa

Saat ini banyak lensa tambahan yang bisa digunakan pada smartphone. Dengan menggunakan tambahan lensa membuat memaksimalkan Anda untuk mendapatkan gambar yang lebih detail, variatif dan jernih. Anda bisa menemukan lensa tambahan di berbagai toko handphone atau toko online.

Rekomendasi Beberapa Smartphone dengan Kualitas Kamera Bagus

  • Huawei Mate 50 Pro : RAM 8 GB, memori internal 256 GB & 512 GB, layar 6.74 inci
  • Honor Magic4 Ultimate : RAM 12 GB, memori internal 512 GB, kamera 50 MP, layar LPTO OLED 6.81 inci
  • Google Pixel 7 Pro : RAM 12 GB, memori internal 128 GB, 256 GB &512 GB, kamera 50 MP dan layar LPTO AMOLED 6.7 inci
  • Apple iPhone 14 Pro : RAM 6GB, memori internal 128 GB, 256 GB, 512 GB & 1 TB, kamera 48 MP, layar LTPO Super Retina XDR OLED 6.1 inci
  • Apple iPhone 14 Pro Max : RAM 6 GB, memori internal 128 GB, 256 GB, 512 GB & 1 TB, kamera 48 MP, layar LTPO Super Retina XDR OLED 6.7 inci
  • Huawei P50 Pro : RAM 8 GB, memori internal 256 GB, kamera 50 MP, layar OLED 6.6 inci.
  • Samsung Galaxy S22 Ultra 5G : RAM 8 GB, 12 GB, memori internal 128 GB, 256 GB & 512 GB, kamera 108 MP, layar Dynamic AMOLED 2X 6.8 inci

Itulah beberapa rekomendasi smartphone dari Somtou.com yang bisa Anda gunakan untuk menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik. Namun dengan smartphone yang ada juga bisa menghasilkan gambar terbaik asalkan Anda bisa mengatur angle dan pencahayaan saat memotret objek.

Teknologi Nirkabel (Wireless): Pengertian, Jenis-jenis & Kelebihannya

Somtou.com – Jaringan wireless atau nirkabel merupakan teknologi yang bisa menciptakan koneksi tanpa menggunakan kabel. Teknologi sekarang sudah semakin maju, hampir setiap jenis perangkat mampu mendukung wireless. Jaringan nirkabel bisa kita temukan dalam radio, smartphone, beberapa hardware komputer dan sebagainya.

Apa yang Dimaksud dengan Jaringan Nirkabel?

Akan sangat repot pastinya kalau ingin berkomunikasi tanpa jaringan nirkabel/ wireless. Banyak orang beranggapan jaringan nirkabel terbatas pada jaringan Wi-Fi saja. Jaringan nirkabel sebenarnya memiliki cakupan yang sangat luas. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud jaringan nirkabel?

Jaringan nirkabel merupakan bentuk teknologi yang fungsinya bisa menghubungkan perangkat-perangkat agar bisa saling berkomunikasi. Tapi jaringan ini tidak harus memakai kabel untuk melakukan transmisi data. Jadi, saat memakai jaringan nirkabel, maka bisa tetap terhubung walau pun jaraknya tidak dekat router.

Jaringan wireless memakai gelombang elektromagnetik, bisa berupa infrared, gelombang mikro, atau pun radio. Dengan medium tersebut, pengiriman data pun bisa dilakukan antar perangkat. Jarak yang dapat dijangkau saat memakai jaringan nirkabel cukup beragam.

Bisa hanya jarak dekat saja, dan juga ada yang jaraknya sangat jauh. Anda mungkin sudah memiliki satu barang atau lebih yang memiliki jaringan nirkabel. Salah satunya yaitu smartphone yang menjadi kebutuhan banyak orang sekarang.

Di dalam smartphone tersebut, terdapat dukungan bluetooth dan Wi-Fi. Untuk produk handphone lama, terdapat jaringan infrared. Dibandingkan jaringan kabel misalnya seperti komputer, akan cukup ribet karena perlu menggunakan kabel kalau ingin disambungkan dengan internet.

Maka dari itu, akan jauh lebih efisien dan memudahkan kalau memakai jaringan nirkabel. Jaringan kabel juga diklaim lebih aman dan cepat. Tetapi karena seiring teknologi berkembang, banyak juga yang menyalahgunakan jaringan nirkabel tersebut.

Mengenal Apa Saja Jenis-jenis Jaringan Wireless

Dalam menjalankan berbagai fungsinya terutama menghubungkan perangkat, ada beberapa jenis jaringan wireless atau nirkabel. Setiap jenis jaringan tersebut memiliki jangkauan yang berbeda-beda. Supaya lebih jelas, berikut jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui.

WLAN

Salah satu jenisnya yaitu WLAN, WLAN memungkinkan perhubungan lebih dari satu perangkat untuk bertukar informasi/ data. Jaringan WLAN mampu menyediakan koneksi lewat access point. Fungsinya agar jaringan internet bisa lebih luas.

WLAN pada umumnya dipakai di tempat-tempat tertentu yang kecil wilayahnya. Penggunaan WLAN contohnya seperti di lingkungan perkantoran, bandara, stasiun, sekolah, universitas dan perpustakaan.

WWAN

Selain WLAN, ada yang dinamakan WWAN. WWAN bisa digunakan penggunanya untuk terkoneksi ke sistem jaringan publik atau private secara jarak jauh. Jangkauan WWAN bisa dibilang sangat luas sampai satu negara.

Hal yang mendasari kemampuan WWAN tersebut karena WWAN memakai sistem satelit. Sebagai contoh bentuk penerapan WWAN yaitu 3G, 4G, dan sebagainya.

WMAN

WMAN lebih khusus untuk Metropolitan Area. WMAN bisa saling menghubungkan beberapa titik untuk wilayah metropolitan. Contoh dari penerapan WMAN yaitu antar gedung perkantoran. Bisa juga WMAN menjangkau hingga satu kota atau daerah.

WPAN

Untuk jaringan network satu ini lebih ke Personal Area. Jaringan nirkabel WPAN memiliki jangkauan paling kecil dibandingkan jenis jaringan lainnya. Hal yang mendasari keterbatasan tersebut yaitu karena sifat WPAN mendadak.

Jarak yang bisa dijangkau WPAN yaitu umumnya sepuluh meter. Jaringan WPAN bisa ditemukan pada layanan bluetooth di gadget baik itu smartphone, tablet, atau pun laptop. Karena jangkauannya kecil, maka perhubungan perangkat harus dari jarak dekat.

Lihat juga : Rekomendasi Buku Terbaik Dalam Berkarir

Kelebihan Penggunaan Jaringan Nirkabel

Kalau dilihat secara fungsinya, jaringan wireless sebenarnya sama saja dengan fungsi jaringan kabel. Kedua jaringan tersebut bisa menjadi jembatan penghubung untuk satu perangkat dengan perangkat lain. Pada akhirnya setiap perangkat tersebut dapat bertukar data, terkoneksi internet dan kegunaan lain sebagainya.

Tapi hanya saja untuk jaringan nirkabel merupakan pembaruan teknologi. Di mana jaringan ini bisa bermanfaat seperti jaringan kabel tapi tanpa memakai kabel. Anda mungkin sudah paham betul seputar apa yang dimaksud jaringan wireless. Penggunaan jenis jaringan ini semakin intens, karena poin-poin kelebihan di bawah in:

Jangkauan bisa jauh lebih luas

Bedanya jaringan wireless dengan jaringan yang memakai kabel tentu dari jangkauannya. Seperti yang sudah kita lihat di atas seputar beberapa kategori jaringan wireless, jaringan ini memiliki jangkauan yang variatif.

Beberapa jaringan wireless bahkan jangkauannya sangat luas. Dengan kata lain, saat memakai jaringan wireless, maka tidak perlu menetap pada satu lokasi. Beda dengan jaringan yang memakai kabel atau wired.

Cakupan jaringan tersebut lebih sempit karena dibatasi dengan pemasangan kabel. Meski begitu, ada juga jaringan WPAN dengan jangkauan sempit. Karena jaringan wireless tersebut lebih difungsikan untuk kebutuhan personal.

Instalasi jaringan wireless lebih mudah

Untungnya memakai jaringan wireless yaitu instalasinya bisa dilakukan lebih mudah. Saat menginstalasi jaringan wireless tidak perlu kabel transmisi. Penggunaan kabel bisa lebih diminimalisir saat menggunakan jaringan non kabel ini.

Pengembangan lebih mudah

Jika menggunakan jaringan wireless, maka pengembangan jaringannya akan lebih mudah. Semua pengelolaan jaringan wireless bisa dilakukan dengan lebih fleksibel. Untuk kasus pemakaian jaringan wired, maka lebih ribet.

Misal melakukan pengembangan atau perluasan jaringan akan butuh instalasi kembali dengan biaya lebih tinggi.

Penggunaan lebih mudah

Pada kasus penggunaan jaringan wireless, tidak terdapat batasan port agar bisa menggunakan jaringan tersebut. Dengan begitu, maka meski ada banyak pengguna, tetap dapat mengakses secara sekaligus.

Dengan memakai jaringan non-kabel, mobilitas saat menggunakan jaringan tersebut akan lebih mudah. Sudah tidak perlu lagi kabel panjang untuk pemakaian jaringan wireless.

Instalasi lebih murah

Masih ada lagi kelebihan dari jaringan tanpa kabel yaitu seputar biaya instalasinya. Kelebihan konsep nirkabel yang tak dimiliki penggunaan kabel yaitu biaya pemasangan. Pemasangan jaringan wireless akan lebih murah.

Kalau membangun jaringan yang menggunakan kabel, maka kalau semakin luas jaringan maka membutuhkan biaya lebih tinggi. Kabel transmisi akan lebih banyak digunakan nantinya kalau jaringan yang dibutuhkan lebih besar.

Lihat juga : 10 Tempat Wisata Dengan Spot Foto Instagramable

Kekurangan Penggunaan Jaringan Wireless

Walau pun mampu menawarkan banyak sekali kelebihan, jaringan nirkabel tetap memiliki kekurangan tertentu. Berikut ini adalah beberapa kekurangan yang dimiliki jaringan nirkabel. Untuk para pengguna jaringan wireless, perlu memperhatikan beberapa poin berikut:

  • Umumnya, biaya pengembangan jaringan wireless mahal meski terkadang simpel untuk dilakukan
  • Keamanan jaringan wireless kurang kuat kalau dibandingkan dengan jaringan kabel.
  • Cuaca dapat sangat berpengaruh terhadap kualitas jaringan nirkabel. Tidak jarang masalah-masalah koneksi ditemukan saat hujan apa lagi petir. Kemungkinan jaringan mengalami gangguan pun akan lebih tinggi dibandingkan jaringan yang memakai kabel.

Cara Agar Aman Mengakses Jaringan Wireless Seperti WiFi

Salah satu bentuk penggunaan jaringan tanpa kabel paling populer yaitu WiFi. Fasilitas WiFi sudah dimanfaatkan oleh banyak orang. Memakai WiFi publik sangat membantu keperluan kita sehari-hari dan nyaman. Apa lagi kalau WiFi tersebut gratis diakses, maka akan lebih hemat.

Tapi sayangnya terdapat berbagai risiko yang menghantui. Anda harus lebih bijak pada saat mengakses WiFi. Supaya bisa terhindar dari ancaman-ancaman yang ada pada jaringan free WiFi, simak beberapa hal berikut. Akan dijelaskan apa saja tips mengakses WiFi agar lebih aman.

Pastikan keamanan perangkat sudah maksimal

Jika ingin memakai akses WiFi, harus tingkatkan keamanan perangkat laptop atau smartphone Anda. Lakukan beberapa langkah misal menonaktifkan fitur sharing supaya orang lain tak dapat mengakses dengan mudahnya data dalam perangkat.

Hal ini memang bisa saja terjadi pada saat memakai jaringan yang sama. Coba juga instal anti-virus unggulan pada gadget Anda. Update aplikasi tersebut secara berkala untuk keamanan lebih ekstra.

Lakukan full scanning juga secara berkala untuk sistem perangkat Anda. Keamanan data-data pun bisa lebih terjamin nantinya.

Pakai jaringan yang sudah dikenal orang-orang saja

Ketika ingin memanfaatkan WiFi publik misal di mall, restoran, atau cafe, hindari memilih WiFi asal-asalan. Tanya terlebih dulu ke pengelola, mana jaringan yang khusus disediakan pemilik bisnis untuk pelanggan.

Pastikan gunakan WiFi yang benar-benar jelas, supaya bisa menghindari jebakan jaringan abal-abal yang memakai nama mirip. Jangan sampai gadget otomatis bergabung ke hotspot terbuka. Hal ini tetap perlu diperhatikan meski lokasi yang Anda datangi merupakan tempat nongkrong biasanya.

Forget network terkadang perlu dilakukan melalui settings WiFi supaya tidak login atau terhubung secara otomatis. Hindari melakukan transaksi online seperti banking saat terkoneksi dengan hotspot publik. Lebih baik tunda terlebih dahulu sampai menemukan jaringan internet yang aman.

Jangan matikan firewall

Fungsi Firewall adalah bisa mengawasi koneksi yang masuk atau pun yang keluar. Meski proteksi yang sudah diberikan Firewall bukan secara menyeluruh, tapi tetap harus diaktifkan. Firewall bisa membantu pengguna memakai WiFi dengan lebih aman. Agar bisa mengaktifkannya, ada di menu Control Panel.

Memakai HTTPS

Dengan memakai SSL Certificate atau HTTPS juga mampu mengamankan data dari pihak yang memiliki niat buruk. Hal ini bisa terlihat pada situs perbankan, situs toko online atau pun situs lain yang memiliki data penting. Pasti beberapa website tersebut memakai HTTPS.

Saat melalukan input data pribadi pada sebuah toko online atau website, pastikan lamannya memakai HTTPS. Hal tersebut ditandai dengan adanya gembok hijau pada bagian awal URL. Dapat juga Anda pasang add-on dalam browser, nantinya fitur tersebut bekerja untuk melakukan enkripsi datamu.

Jangan setting otomatis koneksi WiFi

Ada beberapa gadget yang menawarkan fitur-fitur tertentu yang mampu memudahkan penggunanya. Misalkan fitur agar bisa terhubung dengan cepat dan mudah ke jaringan wireless. Untuk banyak sistem perangkat kekinian, bahkan opsi satu ini aktif secara default.

Bahayanya menghubungkan perangkat ke jaringan secara otomatis yaitu membuka kesempatan kepada oknum cyber crime dalam memasukkan malware. Pada akhirnya mereka dapat mencuri data krusial seperti kata sandi misalnya.

Agar bisa menghindari hal tersebut, coba matikan WiFi pada saat Anda tidak menggunakannya. Disarankan menonaktifkan juga koneksi otomatis.

Penutup

Jaringan nirkabel merupakan teknologi yang dekat dengan keseharian orang-orang sekarang ini. Adanya jaringan wireless membuat koneksi tidak perlu banyak kabel, meski jaraknya jauh tetap dapat terkoneksi.

Jaringan nirkabel juga menjadi solusi untuk banyak orang yang lebih mengedepankan efisiensi dan kemudahan untuk berkomunikasi. Walau ada banyak manfaat didapat dari jaringan wireless, perhatikan kekurangannya juga. Sekian dan semoga dari Somtou.com bisa bermanfaat.